
MTsN 1 Alor (Humas) — Kepala Bidang Pendidikan Islam (Kabid Pendis) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), H. Pua Monto Umbu Nay, menyampaikan pentingnya memperkuat kesadaran menjaga lingkungan melalui pendekatan berbasis nilai keagamaan. Hal ini tampak dalam kegiatan Penguatan Ekoteologi bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah se-Kabupaten Alor yang dilaksanakan di Aula MTsN 1 Alor, Sabtu (11/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pua Monto Umbu Nay menegaskan bahwa konsep Ekoteologi menjadi salah satu pendekatan penting dalam dunia pendidikan madrasah saat ini.
Menurutnya, Ekoteologi merupakan gabungan antara kesadaran ekologis dan nilai-nilai spiritual keagamaan. Dengan konsep ini, menjaga lingkungan tidak lagi hanya dipahami sebagai tanggung jawab sosial semata, tetapi juga sebagai wujud kesadaran iman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin membawa umat, melalui anak didik di lembaga pendidikan, agar mereka merasa bahwa merawat dan menjaga lingkungan itu merupakan bagian penting dari kehidupan mereka. Itulah praktik nyata dari Ekoteologi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam ajaran Islam terdapat hubungan cinta yang tidak terpisahkan, yaitu cinta kepada sesama manusia (hablum minannas) dan cinta kepada alam sebagai ciptaan Tuhan.
“Ada hubungan cinta dengan sesama, ada juga hubungan cinta dengan alam. Ini sejalan dengan nilai-nilai dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran yang mengingatkan bahwa manusia diciptakan dengan tanggung jawab untuk menjaga dan merawat ciptaan-Nya. Dari situlah lahir kesadaran untuk tidak merusak, tetapi justru memelihara,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketika rasa cinta terhadap sesama dan alam sudah tertanam, maka akan muncul komitmen dan perjanjian dalam diri setiap individu untuk menjaga lingkungan.
“Kalau kita sudah mengumpulkan cinta itu, maka di dalamnya ada komitmen, ada perjanjian dengan diri sendiri untuk menjaga, merawat, dan tidak merusak lingkungan yang telah Tuhan ciptakan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran guru dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembiasaan sehari-hari. Dengan pembiasaan yang berkelanjutan, diharapkan siswa memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan, bahkan merasa memiliki tanggung jawab moral ketika melihat kondisi lingkungan yang tidak terjaga.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pendekatan dalam pelestarian lingkungan saat ini tidak cukup hanya bersifat teknis, tetapi juga harus menyentuh aspek nilai dan kesadaran batin. Oleh karena itu, Ekoteologi menjadi konsep yang relevan untuk diterapkan dalam membangun kepedulian lingkungan di madrasah.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Alor diharapkan mampu mengembangkan pendidikan Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan yang kuat.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan di madrasah, sehingga nilai hablum minal alam (hubungan harmonis dengan alam) tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.***
Pewarta : Humas MTsN 1 Alor
Fotografer : Wahyuni Alil