MTsN 1 Alor (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, tiba di Bandara Mali pada pukul 09.30 WITA, Minggu (24/5/2026), dan langsung menuju Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor. Kedatangan Kakanwil disambut meriah dengan tarian khas daerah Alor sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan adat. Tampak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor bersama jajaran serta para Kepala Madrasah Negeri turut menjemput kedatangan Kakanwil di Bandara Mali.

Kehadiran Kakanwil Kemenag Provinsi NTT di Kabupaten Alor dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja, pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta menghadiri Persidangan MPH-PGI yang berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026. Agenda kunjungan kerja ini berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Mei 2026, sebagai bagian dari pembinaan dan penguatan koordinasi pelayanan keagamaan di wilayah Kabupaten Alor.

Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah pembinaan ASN lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor yang berlangsung di aula MTsN 1 Alor pada Senin (25/5/2026). Dalam pembinaannya, Fransiskus Kariyanto menekankan pentingnya membentuk ASN yang moderat sebagai pelayan dalam mewujudkan kerukunan umat beragama.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa tema besar Kementerian Agama saat ini adalah mempersiapkan umat masa depan melalui penguatan tiga aspek utama, yakni rukun, cerdas, dan maslahat berdampak. Menurutnya, kerukunan menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman. Karena itu, ASN Kementerian Agama diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga kehidupan beragama yang damai, moderat, serta saling menghargai perbedaan.

Selain itu, seluruh ASN juga diminta memiliki sikap cerdas dan kritis dalam menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi di media sosial. ASN Kementerian Agama diharapkan mampu menyaring setiap informasi secara bijak dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Kakanwil juga mengingatkan bahwa kompetensi dan keterampilan kerja harus disertai dengan spiritualitas, etika, dan moralitas dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

Ia menambahkan bahwa konsep maslahat berdampak harus diwujudkan melalui pelayanan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Oleh sebab itu, ASN Kementerian Agama dituntut bekerja secara profesional dengan memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan sepenuh hati.

“Ketika masyarakat datang, kita harus melayani dengan cepat dan penuh hati,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil turut mengajak seluruh ASN mendukung implementasi program prioritas Kementerian Agama, termasuk penguatan ekoteologi dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kerja sama tim yang solid serta pelayanan yang berdampak bagi masyarakat.***

Pewarta : Indah Hardiyanti

Fotografer : Ummu Salamah Sinagula

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *